Rabu, 10 November 2010

Pengertian Bahasa pemrograman dan Pascal

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.



Tingkatan Bahasa Pemrograman
Bahasa Mesin (Machine Languages)
Bahasa Rakitan (Assembly Languages)
Bahasa Tingkat Tinggi (High Level Languages)

Pengenalan Bahasa Pemrograman PASCAL
Pascal merupakan suatu bahasa komputer tingkat tinggi yang dibuat sekitar tahun 1970 oleh Niklaus Wirth dan digunakan untuk pendidikan komputer. Nama Pascal diambil dari seorang ahli matematika yang bernama Blaise Pascal yang menemukan mesin hitung pertama. Bahasa Pascal dirancang untuk menyelesaikan masalah dari berbagai kalangan pemakai, mulai dari para mahasiswa, pendidik, dan ilmuwan.
Apa artinya Pascal adalah bahasa pemrogram terstruktur ?
Pascal adalah suatu bahasa pemrograman terstruktur. Hal tersebut berarti semua program yang anda buat harus terstruktur dan teratur, dalam hal ini ada pemakaian oto dan jump.
Bagaimana Struktur program pascal yang paling sederhana ?
Struktur program pascal yang paling sederhana adalah :

uses ...;

var ...;

begin

....  {Your program is here}

end.



Contoh program pascal sederhana :


program program_pertama;
uses crt;

begin
Clrscr;
Writeln('Saya sedang belajar Pascal !');
Writeln('Di Lab. Komputer SMA N 1 Yogyakarta');
end.


Bagian-bagian program dalam PASCAL
Program heading
Judul program dalam Turbo Pascal bersifat optional dan tidak ada pengaruhnya dalam rogram. Jika ditulis akan memberikan nama program dan suatu daftar parameter ptional dimana program itu berkomunikasi. Daftar itu terdiri dari sederetan ndentifier yang diakhiri dengan tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh :
Program Perhitungan(Input,Output);
Uses Clause
Bagian uses clause digunakan untuk menentukan library yang dibutuhkan saat proses program. LIBRARY merupakan file penyimpan subroutine yang secara berulang digunakan saat proses program. Library ini diistilahkan sebagai unit dalam Turbo PASCAL yang terdiri dari SYSTEM, OVERLAY, GRAPH, DOS, CRT yang ditempatkan dalam file TURBO.TPL.

Contoh :
Uses Crt; (*menggunakan Unit Crt *)
Variabel Declaration
Setiap variabel yang digunakan dalam program harus didefinisikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Cara penulisan ini adalah :
Var
:
Statement
Bagian ini merupakan inti dari program. Seluruh perintah dan urutannya serta proses Input/Output dalam program perlu disusun secara teratur oleh penyusun program. Segala yang ada pada bagian uses maupun deklarasi merupakan pendukung terhadap isi program.
Bagaimana membuat keterangan ?
Untuk membuat program anda menjadi mudah dibaca dan dimengerti, maka perlu iberi keterangan yang akan diabaikan oleh kompiler. Untuk membuat keterangan unakan tanda kurawal { ini adalah keterangan }, atau (* ini adalah keterangan *).



Latihan Pemrograman 1

1. MENGENAL VARIABEL
program mengenal_variabel;   // judul program

uses wincrt;                 // pemanggilan library (uses clause)

var
umur : shortint;             // deklarasi variabel
ket  : string;

begin
umur := 16;
ket  := 'masih childis ^_^';
writeln('*** DATA DIRI SAYA ***');        // main program (statement)
writeln;
writeln('Umur saya  : ',umur);
writeln('Keterangan : ',ket);
end.

Note : bagian  bertanda // tidak perlu ditulis.

2. MEMBEDAKAN WRITE DAN WRITELN
program membedakan_tipe_output;

uses wincrt;

begin
writeln('*** MEMBEDAKAN WRITE DAN WRITELN ***');
writeln;
writeln('Tulisan dibawah ini saya tulis dengan WRITE');
write(' SAYA MUNCUL DISINI');
writeln;
writeln('Tulisan dibawah ini saya tulis dengan WRITELN');
writeln(' SAYA MUNCUL DISINI');
writeln('*** OW... sekarang saia jadi tau bedanya ***');
end.

3. MENGENAL INPUT DINAMIS DENGAN READLN
program input_dinamis;

uses wincrt;

var
umur : shortint;
ket  : string;

begin
writeln(' ** MASUKKAN DATA DIRI ANDA ** ');
writeln;
writeln('Umur saya  : '); readln(umur);
writeln('Keterangan : '); readln(ket);
writeln;
writeln;
writeln(' ** DATA DIRI SAYA ** ');
writeln;
writeln('Umur saya : ',umur);
writeln('Keterangan : ',ket);
end.



Tipe Data dalam PASCAL

Dalam bahasa PASCAL dikenal dua jenis tipe data utama yaitu ordinal type dan real type. Ordinal type adalah tipe data yang digunakan untuk mereprentasikan bilangan dengan urutan pasti dan Real type adalah tipe data untuk mereprentasikan bilangan pecahan. Berikut adalah penjelasan dari kedua jenis tipe data tersebut :

1.Ordinal Type
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa tipe data Ordinal adalah type data yang digunakan untuk mereprentasikan bilangan yang mempunyai urutan pasti. Type data ini masih dibagi lagi dalam beberapa jenis yaitu :

a.Integer
Type data integer adalah type data yang digunakan untuk pengolahan data bilangan bulat. Type data ini masih dibagi lagi sesuai dengan jangkauan bilangannya. Berikut table pembagian tipe integer

b.Char
Type variabel yang berguna untuk pengolahan character ASCII, type character ini penulisannya ditandai dengan dua buah petik tunggal seperti : 'A', '3','*',#7 untuk menyatakan ' harus ditulis ''''

c.Boolean
Type varibale yang berguna untuk pengolahan hal yang hanya mempunyai dua ketentuan yaitu benar(TRUE) dan salah(FALSE) saja

2.Real Type
Type variable yang beguna untuk pengolahan data yang tidak bulat, untuk type real ini juga terbagi menjadi beberapa jenis :

Untuk pengolahan type variabel diatas di sediakan berbagai jenis operator antara lain :




Latihan Pemrograman 2

1. Pengenalan tipe data integer
program program_bil_genap; { heading program }

uses wincrt; { library }

var {deklarasi variabel}
panjang  : integer;
lebar    : integer;
luas     : longint;
keliling : longint;

begin

{ bagian input data }
writeln('** Menghitung Luas dan Keliling Kotak **');
writeln('------------------------------------------');
write('Masukkan Panjang : ');readln(panjang);
write('Masukkan Lebar   : ');readln(lebar);
writeln;

{ rumus pencarian hasil }
luas := panjang * lebar;
keliling := 2 * (panjang + lebar);

{ bagian output data }
writeln('** Hasil Perhitungan **');
Writeln('------------------------------------------');
writeln('Luas Kotak     : ',luas);
writeln('Keliling Kotak : ',keliling);

end.



2.Pengenalan tipe data real


program program_bil_pecah;

uses wincrt;

var
pi   : real;
jar  : integer;
luas : real;

begin
pi := 3.1415;

{ bagian input data}
writeln('** Menghitung Luas Lingkaran **');
writeln('------------------------------------------');
write('Masukkan Jari-jari : ');read(jar);
writeln;

{ rumus pencarian hasil }
luas := pi * jar * jar;

{ bagian output data }
writeln('** Hasil Perhitungan **');
Writeln('------------------------------------------');
writeln('Luas Lingkaran : ',luas:2:2);

end.


3.Program dalil Phytagoras


program dalil_pytagoras;

uses wincrt;

var
a,b,c : real;

begin
writeln(' Program pytahoras ' );
writeln;
write(' Sisi Tegak = '); readln(a);
write(' Sisi Datar = '); readln(b);
c := sqrt(a*a + b*b);
writeln;
writeln(' Nilai Sisi Miring adalah : ', c:2:2);

end.



Pernyataan bercabang dengan if, else if dan case
Logika IF
Pada prinsip dasarnya logika IF digunakan untuk membuat suatu kondisi dimana komputer diminta untuk mengambil sebuah keputusan yang sesuai dengan input yang dimasukkan. Secara sederhana struktur dari logika IF adalah sebagai berikut :
If ( condition ) Then ( statement );
Condition akan bernilai true atau false tergantung dari input yang dimasukkan, dan kemudian program akan menjalankan statement sesuai kondisi yang terjadi. misal :
if x
Writeln(' X lebih kecil dari Y ')
Dari contoh potongan kode diatas mungkin sudah bisa diambil sedikit gambaran mengenai logika IF. jika kondisi yang dibuat lebih dari satu jenis maka bisa dituliskan dengan cara sebagai berikut.
if x
Writeln(' X lebih kecil dari Y ')

else if x>y then
writeln(' X lebih besar dari Y ')

else
writeln(' X sama dengan Y ');
Logika CASE
Logika CASE sekilas mungkin sama dengan logika IF, tapi pada dasarnya berbeda. dikarenakan logika CASE tidak menginstruksikan komputer untuk mengambil sebuah keputusan, melainkan hanya menjalankan pilihan yang kita inputkan ke dalam program. Secara sederhana jika kita membuat sebuah progam CASE berarti kita membuat sebuah program pilihan. dimana kita akan diminta memilih salah satu input dan komputer akan menjalankan program sesuai dengan input yang kita masukkan. Struktur dari program CASE adalah sebagai berikut :
Case variabel Of
    1 : Statement1;
    2 : Statement2;
    3 : Statement3;
    …
    Else StatementN;
End;



Contoh dari kode CASE
case no_hari  of
'1' : begin
      writeln('Hari senin');
      end;
'2' : begin
      writeln('Hari Selasa');
      end;
.......




Latihan Pemrograman 3
1. MENCOBA LOGIKA IF SEDERHANA
program logika_if;

uses wincrt;

var x,y : integer;

begin

write(' Tentukan nilai X : '); readln(x);
write(' Tentukan nilai Y : '); readln(y);
if x
Writeln(' X lebih kecil dari Y ')
else if x>y then
writeln(' X lebih besar dari Y ')
else
writeln(' X sama dengan Y ');

end.



2. MENDETEKSI SUATU ANGKA GENAP/GANJIL DENGAN IF
program cek_angka;

uses wincrt;

var
bil : integer;

begin
write(' Tulis Bilangan Anda : '); readln(bil);

if bil mod 2 = 0 then
writeln(' Angka ', bil ,' Adalah Bilangan Genap ')

else
writeln(' Angka ', bil , ' Adalah Biangan Ganjil ');

end.



3. KOMBINASI IF DAN GOTO
program program_GOTO;

uses wincrt;

label kembali,balik;  {membuat tanda}

var
tanya : char;
x : integer;

begin
kembali:  {posisi tanda untuk kembali}

write(' Tulis Bilangan Yang Ingin Anda Kuadratkan : ');
readln(x);
writeln(' Hasil ', x,' Kuadrat = ', x * x);
writeln;

balik:  {posisi tanda untuk balik}
write(' Anda Ingin Menghitung Lagi..?(Y/T)');
readln(tanya);

if(tanya='y') OR (tanya='Y') then
goto kembali

else if (tanya='t') OR (tanya='T') then
exit

else
writeln(' Input salah');
goto balik;

end.



4. PROGRAM CASE
program prorgam_CASE;

uses wincrt;

var
nomor_hari : char;

begin
write('Masukkan Nomor HARI (1-7) : '); readln(nomor_hari);
writeln;
  case nomor_hari of

'1' : begin
      writeln(' Hari Senin ');
      end;
'2' : begin
      writeln(' Hari Selasa ');
      end;
'3' : begin
      writeln(' Hari Rabu ');
      end;
'4' : begin
      writeln(' Hari Kamis ');
      end;
'5' : begin
      writeln(' Hari Jumat ');
      end;
'6' : begin
      writeln(' Hari Sabtu ');
      end;
'7' : begin
      writeln(' HAri Minggu');
      end;
  end;

end.




Perulangan / Looping
Apa itu Looping...??
Secara sederhana looping diartikan sebagai proses berulang terhadap statement maupun serangkaian statement lebih dari satu kali. Ada tiga jenis perulangan yang dikenal dalam bahasa pemrogrman PASCAL yaitu :

1. Perulangan dengan for-to dan down-to
2. Perulangan dengan while dan while-do
3. Perulangan dengan repeat-until

Perulangan dengan for-to dan down-to
Perulangan dengan for adalah jenis perulangan yang menggunakan counter maksudnya perulangan jenis ini menggunakan kelipatan satu. Yaitu perulangan naik satu (for-to) dan perulangan turun satu (down-to). Berikut adalah struktur dari perulangan menggunakan for :

For ( variabel := nilai awal ) To ( nilai akhir ) Do ( Statement );

Atau

For ( variabel := nilai awal ) DownTo ( nilai akhir ) Do ( Statement );

Dimana variabel harus ordinal type
Contoh :

Var I : Integer;
Begin
For I := 1 To 10 Do Writeln('SMAN 1 Yogyakarta');
End.


Perulangan dengan while / while-do
Pernyataan while-do atau lebih dikenal dengan pernyataan while adalah pernyataan yang akan mengulang/mengeksekusi pernyataan lain selama beberapa kondisi masih bernilai true. Berikut adalah struktur dari pernyataan while-do.

While ( condition ) Do ( Statement );

Contoh :

I := 1;
While I <= 10 Do
Begin
  Writeln('SMAN 1 Yogyakarta');
  I := I + 1;
End;


Perulangan dengan repeat-until
Perulangan menggunakan repeat until sebenarnya hampir sama dengan perulangan menggunakan while-do hanya bedanya jika menggunakan while, perulangan akan dilakukan selama kondisi bernilai benar tapi jika menggunakan repeat perulangan akan berhenti jika suatu kondisi terpenuhi. Berikut adalah struktur statement perulangan repeat-until.

Repeat
     ( Statement );
     …
Until ( Condition );

Contoh :
I := 1;
Repeat
    Writeln('SMA N 1 Yogyakarta');
    Inc(I);
Until I <= 10;

Latihan Pemrograman 4
1. PROGRAM LOOPING DENGAN FOR
program program_looping_for;

uses wincrt;

var
i,j : shortint;

begin
write(' Masukkan sebuah bilangan (dibawah 10): ');
readln(j);
writeln;
for i := 1 to j do
writeln('Kalimat ini diulang Sejumlah angka yang anda masukkan');
end.



2. PROGRAM LOOPING MENGGUNAKAN WHILE DO
program program_looping_while;

uses wincrt;
var i,j:shortint;

begin
write(' Masukkan nilai : ');
readln(j);
writeln;
I := 1;
While I <= j Do
      Begin
      Writeln('Kalimat ini diulang sejumlah nilai yang anda masukkan');
      I := I + 1;
      End;
end.



3. PROGRAM LOOPING MENGGUNAKAN REPEAT-UNTIL
program looping_dengan_repeat;

uses wincrt;
var i,j : integer;

begin
write('Masukkan sembarang angka (dibawah 10) : ');
readln(j);
writeln;

i := 0;
repeat
  writeln('Kalimat ini diulang sejumlah angka yang anda masukkan');
  i := i+1;
until i = j;

end.






1 comments:

Hon BookStore mengatakan...

Thanks buat infonya.., kunjungi dan pilih2 buku juga di Hon Book Store dg alamat : www.honbookstore.com

Poskan Komentar